Senin, 04 Juli 2011

Kesejukan Jejak Izrail atas Sirosis Hepatis (Part I)



Sulit untuk mengawali hari jika semua berlalu tanpa ada niatan kuat. Seperti hari ini rabu 29 Juli 2011, tanggal merah = libur untuk sebagian komunitas di luar sana, tidak untuk kami perawat, ataupun beberapa “profesi full time” lainnya…Tanggalan kami hitam semua..hehehe..J Dengan menyebut AsmaMu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..Ilahi mudahkanlah langkah hamba hari ini untuk beribadah kepadaMu, berikanlah selalu hal terbaik untuk pasien kami,,amin..
Ns. Ayoen—Left 5/Mr.B. / Sirosis Hepatis/dr.E….
Wow..malas pun lenyap berganti semangat begitu melihat kasus kelolaan hari ini. Yup..Sirosis Hepatis adalah kasus interna yang paling ku minati sedari kuliah, panum, profesi ners hingga saat ini. Penyakit para alcoholic yang beberapa periode dalam presentasi semasa kuliah menjadi bahasanku, beradu pendapat dengan dosen masalah symptom yang membuat penasaran hingga akhirnya kubuktikan sendiri bagaimana bentuk Venektasi hipertensi porta, Spider naevy dan Eritema Palmaris di C3L1 RSDK Semarang.
It’s time to hand over..berdiri di depan pasien dengan flow sheet berukuran 70x40 cm. Sekilas pasien tampak gelisah, belum juga operan dimulai, bel berbunyi—left5. Langsung saja aku masuk kedalam ruang kaca di depan kami, menyapanya dan menawarkan bantuan. Ternyata dia meminta dibawakan HaPe dan beberapa barang pribadi lainnya hinggga berlanjut dengan permintaan” lain yang menggambarkan sudah mulai terjadi kemunduran kognitif, dan disorientasi terhadap waktu dan tempat. Pasien baru dari ruang interna, atas indikasi tachypneu, bradikardi dan asidosis metabolik. Mr. B dengan Sirosis Hepatis, Anti HCV (+), GCS: 4-4-6 TD: 135/88 mmHg; HR: 110; T: 37,8oC; RR: 34x/m, SpO2 : 97% dengan NRM 8 lpm. Hematemesis 2x periode, sudah mendapatkan tranfusi albumin 2 hari yang lalu, anemia, kesan masa protrombin memanjang dengan GDS 215. Sejenak menghela nafas…Fase terminal dengan palliative care, batinku.
Asites, jaundice, ikterus dengan mata cekung, venektasi hipertensi porta, eritema palmaris dan tidak nampak adanya spider naevy. Biasanya dengan kondisi seperti ini sudah terjadi beberapa gejala perdarahan akibat varises esophagus, baik itu hematemesis maupun melena. Namun tidak dengan bapak ini, kenapa ya..??padahal beberapa symptom sudah mengarah ke encephalopathy hepatic. Okelah PR bwatku…!!
Add caption
Sudah lebih dari lima kali bel itu berbunyi L5,lagi dan lagi..tidak ada yang lain hanya minta HaPe untuk mengabari saudara” yang jauh katanya,..”maaf bapak tidak bisa, istirahat ya,perbanyak doa agar lebih tenang” still broken record alias jawaban yang sama dariku. Memang beberapa pasien gelisah selalu ngeyel dan tidak kooperatif, maklumlah namanya juga bawah sadar, hanya sabar yang harus dipertebal. Kali ini bel ke enam, ada rasa kesal menyelinap, ahh..pasti minta HaPe lagi, pikirku..bel kumatikan dan tetap berdiri didepan flow sheet untuk melanjutkan observasi dan askepku, toh jarak antara aku dan pasien tidak sampai 1 m, hanya dibatasi dengan kaca saja, sehingga masih tampak jelas bila ada sesuatu dengan pasien. “Praakkk…” tampak benda kotak hijau melayang tepat di depanku hingga akhirnya terbentur kaca dan jatuh. Astaghfirullah…bapak itu melempariku dengan kotak tissue..pengen marah rasanya,,sabaaarr ayoeeenn..!! Kubuka pintu dan masuk “Ada apa bapak,,..??” masker ini memang bisa menutupi wajah cemberutku namun irama suara yang sudah kupermak masih jelas menggambarkan kejengkelan (Ya Allah..sepertinya aku harus remidi untuk ujian kesabaran kali ini) “Mana HaPe saya?tolong panggilkan istri saya?” katanya sambil melepas NRM yang terpasang di hidungnya. “Bapak belum saatnya jam berkunjung, tidak boleh ada keluarga yang masuk,,saya suapin ya pak, setelah itu minum obat..” jawabku sembari memasang alat bantu nafas tersebut. “Saya tidak mau dengan mbak, saya hanya mau dengan istri saya,mengerti!!” katanya dengan nada yang lebih tinggi. Sekali lagi kukatakan jawaban yang sama, sambil melepas maskerku dan tersenyum ke arahnya (berharap marahnya reda dan mau makan) “Yang harus melayani itu ya harus istri saya, aduh mbak capek saya ngomong..Pokoknya saya hanya mau istri saya TITIK..!!” OMG…failed!! Rayuanku mental entah kemana, ku pasang masker dan berbalik untuk memanggil sang istri di ruang tunggu, bonus untuknya dan pelanggaran untukku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar