Selasa, 28 Mei 2013

Serumah dengan orang baru, namanya "Suami"




**ini cerita sebenernya ditulis april kemarin, baru sekarang sempat mostingin,,ehmm lebih ke curhat sih..xixixxi :) **  

Assalamualaikum suamiku sayaank..….

Dengan menyebut nama allah yang Maha Pegasih lagi Maha penyayang, yang telah memberikan kesempatan untuk segala kejadian di bumi ini. Sungguh apa yang telah ditetapkannya tidak pernah tertukar. Begitu pula setiap kejadian di tanahnya tidak ada yang tidak direncanakan sebelumnya melainkan sudah tertulis dalam lauful mahfudz-Nya.

Sudah April ya…its mean 6 month that I do to be your wife dear. Terimakasih telah memilihku setahun yang lalu, dengan menyematkan cincin ini. Yang dengan keterbukaan keluarga kita akad terlaksana enam bulan yang lalu. Padahal saat itu kita baru bertatap muka sebanyak 4 kali ya yank. .  setiap apa yang diniatkan untuk ibadah, Insyaallah menjadi barokahnya.

Mengikutimu adalah sudah niatanku, kutinggalkan duniaku yang memberi kehidupan sebelum akad itu. Keluarga yang slama ini menjadi tujuanku pulang, kutinggalkan pula untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga baru, denganmu suamiku. Walaupun masih tersisa milyaran mimpi di benak, namun dengan mudahnya tersingkir sejenak untuk sebuah niat menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, yah itu satu terbesar dari milyaran tadi, segala puji bagi Allah yang telah mengabulkan doaku disaat yang lain masih dalam pencariannya, beruntungnya sayaa.. :)
 
Menikah adalah sebuah proses menyatukan dua kepribadian yang berbeda, darimana referensinya? Entahlah,,saya sering  denger gitu aja heheehe. Tapi bener loh, kita juga beda ya yank,,kalo aku kentut ga ada suaranya tapi bau, kalo kamu sering kentut dengan stereonya, bisa disertai vibra dan tanpa aroma,, hebatnyaa.. :p hahahaha…. Eits tapi kesamaan kita juga ada loh, sama” seneng maem tiwul,niruin gaya ngomongnya mba anggun, gilo sama tikus, suka nonton fico,,dan masih banyak lagi. Perbedaan itu wajar, aku sama si muntolib (adikku) aja yang berasal dari satu rahim,  hidup serumah hampir 20 tahun, tumbuh dengan didikan yang sama, asuhan moral dari bapak  ibuk yang sama..ga jarang kita marahan, bertengkar karena beda pendapat, hal sepele malah. Apalagi kita ya yank, baruu ketemu kemaren.. hehehe.. berumahtangga itu kalo kita ga mencocokkan ga akan bakal cocok. Betul tidak penontooon.. ?? (gayanya Putty little Miss :p) …aaakkkk ketauan bgt suka nonton ginian.. - __ -

 Hidup serumah dengan orang  yg baru itu bikin emosi menggila, surprisenya itu loh kadang bisa bikin senyum ketawa lebar, ada juga yg bikin mata ampe sembab.Untungnya dia suamiku, yang ayoen nih sukaaa banget ama dia. Tenan lo yank.. :D Pada awalnya “koq gini ya..?? oo..ternyata.. baiklah..” lama” juga terbiasa, proses menyesuaikannya itu yang butuh energy sma hati, menyelaraskan yang masih tidak sama. Ihh.. coba MS word ada fitur emoticon kyk d BeBe gitu yah.. pasti seruu..hohohoho.. Let’s see hasil analisa saya:

·         Kalo dulu sebelum nikah punya target personal (pendidikan, karir dll), stelah menikah target yang belom tercapai harus disesuaikan.
·         Pas waktu itu masih bisa cengengesan sana sini, ngabisin uang sesuka hati, eyaalahh bergaji, berkarier, sekarang?? Nah loo..harus pinter ngatur uang, ahh..jadi bisa tau kalo lembar seribuan itu menentramkan
·         Sebelum nikah mikir “nanti mau makan apa ya?dimana?”, setelah nikah mikirnya “hari ini mau masak apa ya?suami doyan ga?”
·         Sebelum nikah “saya adalah saya” setelah menikah “saya itu kita”
·         Kalo lg belanja yang dijujug pertama rak makanan, nyetok cemilan sma es krim, lha skrg beras, gula, minyak goreng :D Iyaa,, dulu suka ngemall, kalo skrg harus suka ngepasar, hehehe.
·         Sebelum nikah itu idealis, stelah nikah mesti realistis, harus lebih bisa kompromi dengan keadaan

Beda yah…Memang dan harus beda. Sekarang sudah ada yang diurusin, diopeni, ada yang harus dijaga kehormatan, hati dan perasaannya. Dari yang beda- beda itulah banyak terdapat pahala didalamnya, bukankah menikah itu ibadah? Iya , masih ingat kan yank,,sebelum menikah dulu, meluruskan niat untuk ibadah? Jadi jangan ragu” untuk mengurku ketika sholatnya telat, dhuhanya bolong”, ngajinya belom bener,, ingatkan saja. Itu salah satu kewajiban anda jg kan, pak Imam? Termasuk ini juga yank,, menyuruhku bangun tahajud ketika kamu mau  nonton bola..ehh..ga dink,, baiknya mengajakku bareng” tahajud..right??

Sudah lelah membaca?? Jika sudah segera hentikan, jika belom lanjutkan karena akan ada hal menarik setelah yang satu ini. Wwkwkwkwk… ;p


weww..  *____*

Wassalamualaikum.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar