Jumat, 28 Mei 2010

Penghuni Langit Menyambut Kedatanganmu



Teruntuk kalian jiwa yang suci, yang saat ini sedang mengemban amanah dalam dunia buatanNya, yang sedang belajar untuk memaknai arti dari nafas, setiap detak jantung, dan getaran dalam urat nadi. Yang sedang meniti pijakan cita-cita, berusaha mengumpulkan modal untuk kelak bisa diperlihatkan kepada pencipta bintang dalam langit maha luas. Bahwasanya setiap memulai pastinya akan mengakhiri, begitu pula perjumpaan pastilah berujung dengan perpisahan,,jujur aku tak menyukai kata terakhir itu.

Hari ini kamis 20 Mei 2010 masih di kamarku yang penuh dengan serakan kertas folio, saksi perjuanganku dalam menyelesaikan profesi yang harus ku tempuh 1,5 tahun terakhir ini. Folio, pulpen dan bertumpuk-tumpuk materi adalah teman akrab kami. Walaupun banyak yang mengangapnya sebagai musuh pula. Teman-temanku jadi kreatif menuliskan status dalam wall facebooknya gara-gara mereka, folio dan pulpen, tak lupa materi,,upss,,file juga J

Dinas malam alias jaga malam or dapat shift malam dapat juga dikatakan merelakan kasur empuk dikos untuk melayani pasien di ruangan, mulia memang, namun tak tahu mengapa jenis shift ini paling dibenci oleh sebagian kaum kami,,(kaum profesi ners maksudnyaa.. : D).

Aku merasa ada yang aneh denganku 2 hari terakhir ini, semangat yang dipaksakan, tugas menumpuk, dan harus menyaksikan sebuah akhir drama kehidupan beberapa pasienku. Memang hanya 4 atau 5 hari kita bersama dengan seorang pasien, namun ketika dia harus meninggalkan dunia ini, tetap saja rasa kehilangan itu ada. Subhanallah, manusia memang diciptakan bersaudara.

Tak mau berlarut-larut dalam keterpurukan tak berujung (gubrakkk..kaya’ apa aja), ku tekan tuts nokia 3100 ku dan kukirim pesan ke beberapa teman lama, dengan sms yang sama “Assalamualaikum..apa kabar disana?” hingga 30 menit aku menunggu tak jua si biru pudar itu berdering…Oh no..!! Ya Allah mudahkanlah urusan teman”ku..semoga mereka baik-baik saja disana, amin..

“Ayooeenn..sudah jam 8 loo, segera bersiaplah..” suara cempreng nan indah itu membuyarkan anganku tuk berlama-lama memandangi home di facebook ku. Ahh.. Asnat namanya, gadis NTT temanku, hmm…memang sudah saatnya, bergegas..but wait..masih ada 30 menit lagi bwat tidur walaupun sejenak. Kemudian aku berpindah ke kamar teman, dan langsung merebahkan diri sambil berpesan “Bangunkan aku yah..20 menit lagi” Walapun begitu tetap ku setting alarm di hapeku jam 20.20..Bismillah…terlelap….zz..zz..zz..

Sebelum memasuki REM fase tidurku,,,si hape berdering dengan kencangnya…kudiamkan...perasaan baru 5 menit, apakah aku yang salah menyeting alarm, bukan..tapi nada sms, yak benar..ah paling ga penting..kudiamkan lagi, dan kucoba untuk melanjutkan ke fase NonREM..but failed,..!! Penasaran dari siapakah sms itu?? Akhirnya dengan malas ku raih hapeku yang kuletakkan tak jauh dari si Jeppy bonekaku, kuaktifkan dan langsung ku baca (yang kubaca pertama adalah pengirimnya, niatnya kalo ga kenal akan langsung kututup and continuing 4 sleeping.. :P )

Dari NENI “Assalamualaikum, mba gmn kbarny?? Ada berita duka mba, tman kt Ali Mas’ud meninggal kmrin , katanya kcelakaan d Tulungagung, tp aq jg blon tau gmn critax. Qt doain aja smoga amalnya dtrima,amin..”

Saat ajal kan datang menjelang

Malaikat izrail mainkan peran

Nyawa tercabut tubuh pun meregang

Allahhu Akbar janjimu tlah datang

Kenikmatan duniapun berlalu mohon ampunan sudah tak berlaku

Tiada lagi tempat pertolongan kecuali amal dan perbuatan

semasa hidup membentang jaman ridho Ilahi yang didambakan

Sebesar zarah pun diperhitungkan kebaikan yang tlah kita amalkan

Sebesar zarahpun diperhitungkan keburukan yang tlah kita lakukan


Innalillahi wa innailaihi rojiun…Ya Allah..telah kau pilih dia sebagai penghuni barzah Mu. Temanku….Sekarang tak ada lagi cerita tentang pohon-pohon tinggi, truk-truk besar yang kau kemudikan di tempat kerjamu, tak ada lagi sms yang isinya “ Ayoen, obat pusing apaan yak?” Tak kan ada lagi, canda tawa mengenang waktu SD...Teman...engkaulah yang terpilih. Semoga engkau menikmati alam barumu dengan cahayaNya, dan lembut alunan musik surgawi. Lelaplah dalam tidurmu, walau aku tak bisa menabur bunga dia atas pusaramu, doaku sudah terlantun dari sini.

Pilar-pilar yang gagah di sekelilingku seakan menyambutku angkuh. Menelusuri koridor Rumah Sakit ini seakan berat. Kulemparkan pandanganku jauh kedepan, lorong ini masih tampak tak berujung. Siulan angin sungguh merdu ku dengar, mengiringi dinas malamku kali ini. Namun dinas malamku kali ini,,,adalah jawaban dari kegelisahanku kemarin.


“Teruntuk teman kecilku Alm. Ali Mas’ud, smoga penghuni langit menyambut indah kedatanganmu disana”



Semarang, 28 Mei 2010

10.26 WIB Menjelang berangkat konsul di Ruang Mata A4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar